HUKUM SHALAT JUM’AT BAGI MUSAFIR

Oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
Tidak ada kewajiban shalat Jum’at atas musafir (Shahih: HR. Ath-Thabrani dlm Mu’jamul Ausath no.822 dr Ibnu Umar radhiyallahu anhuma dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam shahiihu jaami’ish shaghiir no.5405 dengan beberapa syawaahid

Tidak ada seorang pun menukil bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam melakukan shalat Jum’at atau Ied ketika Safar tetapi Beliau hanya melakukan shalat dua rakaat – dua rakaat (di-qashar) di seluruh perjalanan Beliau. Begitu pula hari Arafah ketika Haji Wada’ adalah hari Jumat, Tetapi tetap melaksanakan shalat Zuhur 2 rakaat:

Dalam kitab Shahih Muslim dari Hadits Jabir r.a:
Ketika sampai diperut lembah pada hari Arafah, Nabi shalallahu alaihi wa sallam singgah lalu menyampaikan khutbah kpd orang-orang, Bilal mengumandangkan adzan dan iqamat. Selanjutnya beliau menunaikan shalat Zuhur. Setelah itu Bilal mengumandangkan iqamat lalu beliau pun menunaikan shalat Ashar.(Shahih Muslim no.1218)

(Lihat kitab: Panduan Shalat Jum’at – Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hal. 18-19)

 

Narasumber: Maktabahmanhajsalaf.wordpress.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s